Langsung ke konten utama

Wanita tua di Gereja

Suatu sore, sekitar pukul lima tepat, lonceng gereja tua tempat aku berdomisili berbunyi.
Saatnya kebaktian kedua hari Minggu itu dimulai.
Aku melihat sekitar, ruangan berwarna putih di dominasi para lansia yang tetap taat beribadah meskipun rambut semakin memutih dan raga tak sekuat dahulu saat mereka masih muda seperti diriku.

Di hadapanku, ada seorang nenek yang membawa tongkat berjalan bersamanya..ia tampak kesulitan untuk masuk kedalam barisan tempat duduk yang ingin ia tuju, dengan sigap seorang teman seusianya yang sudah lebih dulu memasuki barisan bangkit berdiri sambil kemudian tersenyum mengarah kepada sang wanita tua, lalu memapahnya ke tempat duduk.
Sambil membungkuk wanita tua dihadapanku mengarahkan tongkatnya kedepan dan kedua kakinya mengikuti.

Beliau bukan satu-satu nya wanita tua yang ada di dalam gereja saat itu..bukan hanya dia.
Ada puluhan.Begitupula pria-pria lansia yang masih bersemangat memuji Yang Maha Esa.
"Luar biasa.", kataku.
Aku terkesan dengan kepercayaan orang-orang tua di tempat ini.
Aku berani bertaruh, merekapun sama sepertiku..belum pernah memandang secara langsung wajah Tuhan yang sebenarnya.

Apa yang membuat mereka begitu lama mempertahankan keyakinan bahwa Tuhan ada di tengah-tengah umatnya yang berdosa? Pernahkah, entah diwaktu mereka masih muda, terbesit pikiran untuk meninggalkan agama karena merasa sendiri dan terasingkan?

Aku menghela nafas, pandangan ku kembali ke wanita tua itu.. Dengan lantang ia menyanyikan sebuah pujian, seakan lirik lagu tersebut mengisahkan perasaan nya.


 Aku perhatikan layar putih besar di sebelah kanan altar, 'TELAH KUTEMUKAN DASAR KUAT'.

Wanita tua itu, sambil membungkuk bernyanyi :

 "Itulah rahmat yang abadi, yang melampaui akalku. 
Tuhan, Kaurangkul dalam kasih pendosa yang menjauhiMu!
 Hatimu iba tergerak mencari aku yang sesat..."

Aku tertunduk, bergumam pelan sambil melipat tangan, "Ya,aku tidak layak disebut sebagai pencari Mu,Tuhan..Akulah yang kau pilih untuk ditemukan dari jalan yang sesat."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengar,hai kamu yang ada di kejauhan.

Maroon 5 - Just A Feeling I watched you cry, bathe in sunlight by the bathroom door . You said you wish you did not love me anymore . You left your flowers in the backseat of my car . The things we said may have left permanent scars Obsessed, depressed at the same time . I can't even walk in a straight line.   I'm a light in the dark, no sunshine, no sunshine, no sunshine. She cries, "This is more than goodbye , when I look into your eyes You're not even there" It's just a feeling, just a feeling, just a feeling that I have.   Just a feeling, just a feeling that I have 'Cause it's just a feeling, just a feeling, just a feeling . You've hit your low , You've lost control, you want him back . You may not believe me but I gave you all I had Undressed, confessed that you're still mine I rolled around in a bed full of tears and   I'm still laying in the dark, no sunshine No sunshine, no sunshine She cries, ...

A Place Called Home

Home to me,  is not just a place  that I have. Home is a place  that I can feel. A place that is safe, a place that is warm, a place where I have family, a place with laughs,  hugs and cries. A place to play games, a place where you can sit at a table and have a good meal with your family. Some people  don’t have a home. They miss out  on a lot of happiness. All people should have, a place to call home.