Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

GUMAM

Sedari awal ia sudah tau, Berharap pada manusia tidaklah perlu. Namun layaknya magnet, Ia ditarik kesana, terjerat. Nikmat semu yang ia rasa, Buramkan luka yang t'lah lama ada. Untuk sementara aman, Ia ada teman. Kemudian hari berlalu, Ia sadar t'lah tertipu. Dalam benak ia menyesali. Mengapa terjatuh lagi. Apakah kalian pernah mengalaminya? Ada di persimpangan hati dan isi kepala? "Candu", katanya bimbang, Sangat sulit dihentikan. Bahkan ia tak sadar sedang gali lubang, Semakin dalam mematikan. Merenung.. Meraung.. Kemudian hening, Tak bergeming. Lalu ia putar arah kembali, Bukan karena dirinya ingin. Tapi karena ia tak tau lagi, Kemana arah mata angin.

PERIHAL KOSONG

L angkah kakiku menuju rumah ibadah cukup berbeban pagi ini, seakan semuanya menumpuk di atas pundak...berat ku pikul sendiri, tidak ada yang tau, atau mungkin mereka memang tidak mau tau. Hatiku mulai penuh pertanyaan : “Tuhan adakah Engkau disana?” Rasanya hambar, sangat. Terakhir ku ingat tidak ada rencana untuk mematikan ‘indera perasa’ dalam diriku. Namun, mereka meredup perlahan...menghilang entah kemana. Akupun tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Sebentar seperti masih ada diriku yang dulu, sebentar ia menjauh...menjauh...semakin mengecil, samar-samar suaranya disana...kemudian sunyi. Hatiku kembali bertanya : “Tuhan mengapa aku?” Ada benda yang tak asing jatuh dari kedua bola mata.  Dulu, dia sangat jarang ku jumpai, sekarang hampir setiap hari kami bertemu. Mungkin, dia akan menjadi teman akrabku beberapa tahun kedepan. Disisi lain, telingaku mulai tidak mengenali puji-pujian ini, ya mau tidak mau langkah beratku tadi menghantarkan ragaku...