Sedari awal ia sudah tau, Berharap pada manusia tidaklah perlu. Namun layaknya magnet, Ia ditarik kesana, terjerat. Nikmat semu yang ia rasa, Buramkan luka yang t'lah lama ada. Untuk sementara aman, Ia ada teman. Kemudian hari berlalu, Ia sadar t'lah tertipu. Dalam benak ia menyesali. Mengapa terjatuh lagi. Apakah kalian pernah mengalaminya? Ada di persimpangan hati dan isi kepala? "Candu", katanya bimbang, Sangat sulit dihentikan. Bahkan ia tak sadar sedang gali lubang, Semakin dalam mematikan. Merenung.. Meraung.. Kemudian hening, Tak bergeming. Lalu ia putar arah kembali, Bukan karena dirinya ingin. Tapi karena ia tak tau lagi, Kemana arah mata angin.