Langsung ke konten utama

PERIHAL KOSONG

Langkah kakiku menuju rumah ibadah cukup berbeban pagi ini, seakan semuanya menumpuk di atas pundak...berat ku pikul sendiri, tidak ada yang tau, atau mungkin mereka memang tidak mau tau.

Hatiku mulai penuh pertanyaan : “Tuhan adakah Engkau disana?”

Rasanya hambar, sangat.

Terakhir ku ingat tidak ada rencana untuk mematikan ‘indera perasa’ dalam diriku.
Namun, mereka meredup perlahan...menghilang entah kemana. Akupun tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

Sebentar seperti masih ada diriku yang dulu, sebentar ia menjauh...menjauh...semakin mengecil, samar-samar suaranya disana...kemudian sunyi.

Hatiku kembali bertanya : “Tuhan mengapa aku?”

Ada benda yang tak asing jatuh dari kedua bola mata.  Dulu, dia sangat jarang ku jumpai, sekarang hampir setiap hari kami bertemu. Mungkin, dia akan menjadi teman akrabku beberapa tahun kedepan.

Disisi lain, telingaku mulai tidak mengenali puji-pujian ini, ya mau tidak mau langkah beratku tadi menghantarkan ragaku kesini.

Jiwaku? ntah kemana dia..mungkin mencari penghiburan lain yang lebih menjanjikan..walau setengah dariku sadar, dia tidak akan menemukannya juga.

Semua sia-sia.

Semua tak bermakna.. tak berwarna.

Semua seakan menyerang, menusuk, perlahan, namun sangat dalam..berbekas, sampai-sampai merubah wujudku. Terbukti, aku bahkan tak mengenali ia yang baru.

Di penghujung ibadah bibirku bergumam, “Jangan memercayai aku terlalu jauh, Tuhan. Aku mohon, jangan.”

Sesuatu mendorongku untuk mengerang, memohon pertolongan kepada apa saja.. yang mendengar. Kepada apa saja..yang mau mengulurkan tangan-Nya.

Jangan, tidak boleh berputus asa.

Jangan, tidak boleh hilang harap.

Belum, belum waktunya.. bertahan sedikit lagi, sebentar, tahan sebentar lagi.
Cukup percaya, maka semua akan indah pada waktunya.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Detik berlalu, menit berganti.

Sialnya ia datang lagi, menguji sisa-sisa diriku yang masih ada.

“Mau tinggal sampai kapan? Tadi itu hanya kata-kata peredam rasa sakit yang sifatnya sementara. Tidak akan merubah apapun, jangan harap.”

Tak banyak yang ia ucapkan, namun cukup mengikis tembok yang telah lama diriku bangun secara perlahan.

Sebentar..sebentar.. bukan mengikis, ia menghancurkan, dengan sekejap.



Aku kehilangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita tua di Gereja

Suatu sore, sekitar pukul lima tepat, lonceng gereja tua tempat aku berdomisili berbunyi. Saatnya kebaktian kedua hari Minggu itu dimulai. Aku melihat sekitar, ruangan berwarna putih di dominasi para lansia yang tetap taat beribadah meskipun rambut semakin memutih dan raga tak sekuat dahulu saat mereka masih muda seperti diriku. Di hadapanku, ada seorang nenek yang membawa tongkat berjalan bersamanya..ia tampak kesulitan untuk masuk kedalam barisan tempat duduk yang ingin ia tuju, dengan sigap seorang teman seusianya yang sudah lebih dulu memasuki barisan bangkit berdiri sambil kemudian tersenyum mengarah kepada sang wanita tua, lalu memapahnya ke tempat duduk. Sambil membungkuk wanita tua dihadapanku mengarahkan tongkatnya kedepan dan kedua kakinya mengikuti. Beliau bukan satu-satu nya wanita tua yang ada di dalam gereja saat itu..bukan hanya dia. Ada puluhan.Begitupula pria-pria lansia yang masih bersemangat memuji Yang Maha Esa. "Luar biasa.", kataku. Aku terkesa...

Dengar,hai kamu yang ada di kejauhan.

Maroon 5 - Just A Feeling I watched you cry, bathe in sunlight by the bathroom door . You said you wish you did not love me anymore . You left your flowers in the backseat of my car . The things we said may have left permanent scars Obsessed, depressed at the same time . I can't even walk in a straight line.   I'm a light in the dark, no sunshine, no sunshine, no sunshine. She cries, "This is more than goodbye , when I look into your eyes You're not even there" It's just a feeling, just a feeling, just a feeling that I have.   Just a feeling, just a feeling that I have 'Cause it's just a feeling, just a feeling, just a feeling . You've hit your low , You've lost control, you want him back . You may not believe me but I gave you all I had Undressed, confessed that you're still mine I rolled around in a bed full of tears and   I'm still laying in the dark, no sunshine No sunshine, no sunshine She cries, ...

A Place Called Home

Home to me,  is not just a place  that I have. Home is a place  that I can feel. A place that is safe, a place that is warm, a place where I have family, a place with laughs,  hugs and cries. A place to play games, a place where you can sit at a table and have a good meal with your family. Some people  don’t have a home. They miss out  on a lot of happiness. All people should have, a place to call home.