Langsung ke konten utama

AWAL


Perkenalkan namaku Sunyi.
Aku terlahir dari keadaan kosong.

Saudaraku bernama Sepi.
Ia lahir lebih dulu, namun hanya beda beberapa saat dariku.

Sahabatku Hampa.
Kami saling melengkapi satu sama lain.

Dulu aku sangat membenci Bising.
Karnanya aku jadi tak dianggap.
Namun seiring waktu,
tak jarang aku dan Bising jalan bersama.

Saat ini aku dan Sepi tinggal dalam sebuah rumah yang tidak terlalu besar,
tidak terlalu tua juga.
Ia pernah bercerita kepadaku bahwa sebelum  kami, Damai adalah pemilik rumah ini.
Namun, karena alasan yang tidak diketahui ia pergi atau lebih tepatnya menghilang.

Belakangan ini aku, Hampa, dan Bising lebih sering bermain didalam rumah.
Iya, salah satu alasannya karena aku tidak terlalu suka atmosfer luar.
Apalagi si Takut masih menjadi buronan hingga saat ini.
Rasanya jauh lebih aman bermain dirumah sendiri.

Selain itu cuaca diluar rumah juga sedang tidak menentu.
Lebih sering hujan, meskipun terkadang berhenti dalam sekejap.
Keadaan ini membuatku semakin sulit beranjak dari rumah.

Selain teman-temanku, tidak ada yang spesial dari lingkungan tempatku tinggal.

Jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya bisa dibilang cukup jauh.
Tak jarang hal ini membuat beberapa penghuni dilingkunganku pindah.
Mereka tidak suka dengan keadaan tersebut, membosankan dan mencekam katanya.
Padahal menurutku tidak ada yang salah dengan jarak.

Lain waktu aku akan menceritakan secara rinci tentang rumahku.

Maaf tidak sekarang karena saatnya aku pamit.
Teman jauhku si Riang nampaknya sebentar lagi sampai.
Aku harus menyambutnya dengan baik.
Karna tamu adalah raja bukan?

Riang dulu adalah tetanggaku,bisa dibilang kami cukup akrab.
Namun kediamannya sering bermasalah, sehingga Riang merasa kesulitan apabila memaksa bertahan dengan memperbaikinya terus menerus.
Kebetulan Riang menemukan rumah dengan usia lebih muda dan kondisinya masih sangat bagus.
Meskipun jauh dari keramaian, tapi Riang merasa cocok dan nyaman dengan rumah barunya.

Baiklah,
Sepertinya aku harus benar-benar undur diri.
Kapan-kapan aku akan bercerita lagi.
Tunggu saja waktunya.

Selamat tinggal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita tua di Gereja

Suatu sore, sekitar pukul lima tepat, lonceng gereja tua tempat aku berdomisili berbunyi. Saatnya kebaktian kedua hari Minggu itu dimulai. Aku melihat sekitar, ruangan berwarna putih di dominasi para lansia yang tetap taat beribadah meskipun rambut semakin memutih dan raga tak sekuat dahulu saat mereka masih muda seperti diriku. Di hadapanku, ada seorang nenek yang membawa tongkat berjalan bersamanya..ia tampak kesulitan untuk masuk kedalam barisan tempat duduk yang ingin ia tuju, dengan sigap seorang teman seusianya yang sudah lebih dulu memasuki barisan bangkit berdiri sambil kemudian tersenyum mengarah kepada sang wanita tua, lalu memapahnya ke tempat duduk. Sambil membungkuk wanita tua dihadapanku mengarahkan tongkatnya kedepan dan kedua kakinya mengikuti. Beliau bukan satu-satu nya wanita tua yang ada di dalam gereja saat itu..bukan hanya dia. Ada puluhan.Begitupula pria-pria lansia yang masih bersemangat memuji Yang Maha Esa. "Luar biasa.", kataku. Aku terkesa...

Dengar,hai kamu yang ada di kejauhan.

Maroon 5 - Just A Feeling I watched you cry, bathe in sunlight by the bathroom door . You said you wish you did not love me anymore . You left your flowers in the backseat of my car . The things we said may have left permanent scars Obsessed, depressed at the same time . I can't even walk in a straight line.   I'm a light in the dark, no sunshine, no sunshine, no sunshine. She cries, "This is more than goodbye , when I look into your eyes You're not even there" It's just a feeling, just a feeling, just a feeling that I have.   Just a feeling, just a feeling that I have 'Cause it's just a feeling, just a feeling, just a feeling . You've hit your low , You've lost control, you want him back . You may not believe me but I gave you all I had Undressed, confessed that you're still mine I rolled around in a bed full of tears and   I'm still laying in the dark, no sunshine No sunshine, no sunshine She cries, ...

A Place Called Home

Home to me,  is not just a place  that I have. Home is a place  that I can feel. A place that is safe, a place that is warm, a place where I have family, a place with laughs,  hugs and cries. A place to play games, a place where you can sit at a table and have a good meal with your family. Some people  don’t have a home. They miss out  on a lot of happiness. All people should have, a place to call home.