Hai, maaf
jika kedatanganku hanya membawa kecemasan.
Duniaku
semakin pudar, kemampuanku untuk
membedakan tiap-tiap warna semakin mengkhawatirkan.
Maka dari
itu, aku kembali.
Kamu tau
berita buruk lainnya? Paletku dicuri untuk yang keseratus kali!
“Bagaimana bisa ?”
Tanya Dia
kepada ku.
“Pencuri
itu terlalu gesit, dia tau kapan saat aku tidak siap”
Nah, coba
bantu aku berpikir sejenak.
Menurutmu
pertanyaan itu seharusnya dilontarkan oleh ku atau siapa ?
Karena
pertanyaan itulah aku jadi ingat bahwa belakangan memang ada yang aneh.
Aku merasa,
semakin cepat waktu berputar maka jurang antara akal sehat dan kata hati
semakin melebar pula.
Mungkin,
disana si pencuri bersembunyi.
Itu, ya itu
dia yang aku takuti !
Siapa yang
harus memastikan? Kamu dan aku pasti tidak berani kan? Kita tidak memiliki
apapun untuk melindungi diri. Cara bertahan pun tidak dibekali dengan baik
sedari dulu !
Nah, sekarang coba
bantu aku berpikir lagi. Sedikit lebih lama.
Jadi
sebaiknya ketika pencuri itu datang lagi, apa yang harus aku siapkan?
Atau sebelum
pencuri itu datang untuk yang keseratus satu kalinya, apa yang harus ku
lakukan?
Bantu aku...
Komentar
Posting Komentar