Halo, salam kenal.
Aku Maria D, istrimu yang mencoba kembali menulis panjang hehe.
Hari ini tanggal 2 Mei 2022 usia mu bertambah satu tahun..
Aku bersyukur Tuhan bermurah hati memberikan waktu tambahan supaya kita bisa terus bersama.
Sehat-sehat ya, sayang.
Setiap obrolan perkara rencana hidup yang sering kita bahas di telepon saat malam hari, dalam hati aku sering membalasnya dengan mendoakan kesehatanmu.
Karena apa artinya setiap rencana yang kita buat, kalau tidak ada kamu didalamnya.
Itulah kenapa, istrimu ini sering bawel perkara makanan yang terlalu asal-asalan untuk kamu pilih dan jam tidur ngaco yang sengaja kamu tempuh untuk sekedar bermain daring.
Sayangku,
Terimakasih ya sudah menjadi suami siaga yang baik hati.
Aku tau kita sama-sama punya kekurangan, tapi mari saling fokus menerima dan mengasihi satu sama lain.
Dengan begitu, kita akan lebih ikhlas berubah demi kebaikan.
Aku senang punya suami yang tidak malu mengakui kesalahan, punya suami yang mau membantu istri untuk mengurusi hal-hal remeh.
Aku sadar betapa beruntungnya aku, tidak pernah seharipun merasa kekurangan perhatian karena yang kamu berikan kepadaku selalu lebih dari cukup. Terlebih saat ini, ketika kita menjalani hubungan jarak jauh dan kondisiku sedang hamil…
Mungkin terlihat tidak bernilai bagi sebagian orang, tapi hal-hal seperti tersedianya waktu untuk video call setiap pulang kantor, menyempatkan pulang ke Bekasi walau hanya sebentar, pijatan saat badanku serasa rontok, pelukan di pagi hari setiap bangun tidur, menjagaku agar tidak jatuh dengan berjalan di depanku terlebih dulu saat menuruni tangga, sering mengingatkanku dengan kalimat : “sayang geser sini, tidurnya jangan terlalu pinggir nanti jatuh”, melibatkanku dalam ambil keputusan, dan aaaah masih banyak lagi…pokoknya semua itu membuatku benar-benar merasa disayangi secara utuh.
Aku juga ingat bagaimana perjuangan mu menghadapi para bos agar rencana rotasi ke luar kota waktu itu bisa diundur… aku sadar betul di sana ada harga diri seorang lelaki yang harus diturunkan hingga memelas demi keluarga kecilnya.
Maka dari itu, bertepatan dengan hari ulang tahun suamiku.. aku berdoa semoga kita bisa terus seperti ini..Semoga kamu pun mendoakan hal yang sama.
Harus disadari kalau di depan pasti akan banyak hal baru yang tidak kita pahami, mungkin itu yang akan memacu banyak selisih paham dan perdebatan dalam rumah tangga ini. Tapi, asal kita tetap menyayangi dan menghargai satu sama lain, aku rasa apapun yang tersedia di masa depan tidak akan semenakutkan itu.
Sekali lagi, selamat bertambah dewasa ya suamiku tersayang.
Sebentar lagi peranmu akan bertambah menjadi seorang ayah. Aku sangat yakin kamu akan menjadi suami sekaligus orangtua hebat yang bertanggung jawab dan penuh kasih sayang..Asal, jangan pernah tinggalkan Tuhan.
Penghujung surat inipun aku tutup dengan permohonan agar Tuhan berkenan mengabulkan doa-doa baik kita.
Karena jikalau tanpa Tuhan, aku takut yang tersedia hanyalah jalan buntu tanpa pengharapan.
I love you pokoke,
cuamikuw yangkuw lupyu😘
-Maria D
Komentar
Posting Komentar