Langsung ke konten utama

Postingan

Selamat Bertambah Usia, Suamiku❤️

Halo, salam kenal. Aku Maria D, istrimu yang mencoba kembali menulis panjang hehe. Hari ini tanggal 2 Mei 2022 usia mu bertambah satu tahun.. Aku bersyukur Tuhan bermurah hati memberikan waktu tambahan supaya kita bisa terus bersama. Sehat-sehat ya, sayang. Setiap obrolan perkara rencana hidup yang sering kita bahas di telepon saat malam hari, dalam hati aku sering membalasnya dengan mendoakan kesehatanmu.  Karena apa artinya setiap rencana yang kita buat, kalau tidak ada kamu didalamnya. Itulah kenapa, istrimu ini sering bawel perkara makanan yang terlalu asal-asalan untuk kamu pilih dan jam tidur ngaco yang sengaja kamu tempuh untuk sekedar bermain daring. Sayangku, Terimakasih ya sudah menjadi suami siaga yang baik hati. Aku tau kita sama-sama punya kekurangan, tapi mari saling fokus menerima dan mengasihi satu sama lain. Dengan begitu, kita akan lebih ikhlas berubah demi kebaikan. Aku senang punya suami yang tidak malu mengakui kesalahan, punya suami yang mau membantu istri unt...
Postingan terbaru

Bantu Aku

  Hai, maaf jika kedatanganku hanya membawa kecemasan. Duniaku semakin pudar,   kemampuanku untuk membedakan tiap-tiap warna semakin mengkhawatirkan. Maka dari itu, aku kembali. Kamu tau berita buruk lainnya? Paletku dicuri untuk yang keseratus kali!   “Bagaimana bisa ?” Tanya Dia kepada ku. “Pencuri itu terlalu gesit, dia tau kapan saat aku tidak siap” Nah, coba bantu aku berpikir sejenak. Menurutmu pertanyaan itu seharusnya dilontarkan oleh ku atau siapa ? Karena pertanyaan itulah aku jadi ingat bahwa belakangan memang ada yang aneh. Aku merasa, semakin cepat waktu berputar maka jurang antara akal sehat dan kata hati semakin melebar pula. Mungkin, disana si pencuri bersembunyi. Itu, ya itu dia yang aku takuti ! Siapa yang harus memastikan? Kamu dan aku pasti tidak berani kan? Kita tidak memiliki apapun untuk melindungi diri. Cara bertahan pun tidak dibekali dengan baik sedari dulu ! Nah, sekarang coba bantu aku berpikir lagi. Sedikit lebih la...

Seribu Hati

Kamu tau kan dunia ini tidak adil? Orang berbondong-bondong meributkan si muka dua, padahal ada dia si seribu hati. Hatinya berubah-ubah, semua tergantung hari, tergantung lawan, tergantung kebutuhan, tergantung apa yang menggantung. Ia tidak tau apa itu menetap, tidak mengenal tetap. Hatinya berubah-ubah, sangat cepat. Sesungguhnya dulu jumlah hati hanya satu, sepertinya hingga sekarang pun demikian. Tetapi benda yang ntah apa namanya berhasil merubah satu menjadi seribu. Ah kutambahkan ya, seakan-akan demikian. Kamu tau tidak berapa banyak yang terluka, yang sudah menjadi korban? Lebih dari dua. Hal mengerikan dari si seribu hati adalah kemampuannya menutupi, memanipulasi. Nah, kalau hal yang paling mengerikan darinya yaitu saat ia menikmati. Tapi namanya juga si seribu hati, terlalu rumit untuk dimengerti. Sesaat menyesal, lalu ia bersedih. Menyalahkan dirinya yang serupa iblis. Lalu   berusaha menyembuhkan dirinya yang sakit, namun tak cukup ...

AWAL

Perkenalkan namaku Sunyi. Aku terlahir dari keadaan kosong. Saudaraku bernama Sepi. Ia lahir lebih dulu, namun hanya beda beberapa saat dariku. Sahabatku Hampa. Kami saling melengkapi satu sama lain. Dulu aku sangat membenci Bising. Karnanya aku jadi tak dianggap. Namun seiring waktu, tak jarang aku dan Bising jalan bersama. Saat ini aku dan Sepi tinggal dalam sebuah rumah yang tidak terlalu besar, tidak terlalu tua juga. Ia pernah bercerita kepadaku bahwa sebelum   kami, Damai adalah pemilik rumah ini. Namun, karena alasan yang tidak diketahui ia pergi atau lebih tepatnya menghilang. Belakangan ini aku, Hampa, dan Bising lebih sering bermain didalam rumah. Iya, salah satu alasannya karena aku tidak terlalu suka atmosfer luar. Apalagi si Takut masih menjadi buronan hingga saat ini. Rasanya jauh lebih aman bermain dirumah sendiri. Selain itu cuaca diluar rumah juga sedang tidak menentu. Lebih sering hujan, meskipun terkadang berhen...

GUMAM

Sedari awal ia sudah tau, Berharap pada manusia tidaklah perlu. Namun layaknya magnet, Ia ditarik kesana, terjerat. Nikmat semu yang ia rasa, Buramkan luka yang t'lah lama ada. Untuk sementara aman, Ia ada teman. Kemudian hari berlalu, Ia sadar t'lah tertipu. Dalam benak ia menyesali. Mengapa terjatuh lagi. Apakah kalian pernah mengalaminya? Ada di persimpangan hati dan isi kepala? "Candu", katanya bimbang, Sangat sulit dihentikan. Bahkan ia tak sadar sedang gali lubang, Semakin dalam mematikan. Merenung.. Meraung.. Kemudian hening, Tak bergeming. Lalu ia putar arah kembali, Bukan karena dirinya ingin. Tapi karena ia tak tau lagi, Kemana arah mata angin.

PERIHAL KOSONG

L angkah kakiku menuju rumah ibadah cukup berbeban pagi ini, seakan semuanya menumpuk di atas pundak...berat ku pikul sendiri, tidak ada yang tau, atau mungkin mereka memang tidak mau tau. Hatiku mulai penuh pertanyaan : “Tuhan adakah Engkau disana?” Rasanya hambar, sangat. Terakhir ku ingat tidak ada rencana untuk mematikan ‘indera perasa’ dalam diriku. Namun, mereka meredup perlahan...menghilang entah kemana. Akupun tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Sebentar seperti masih ada diriku yang dulu, sebentar ia menjauh...menjauh...semakin mengecil, samar-samar suaranya disana...kemudian sunyi. Hatiku kembali bertanya : “Tuhan mengapa aku?” Ada benda yang tak asing jatuh dari kedua bola mata.  Dulu, dia sangat jarang ku jumpai, sekarang hampir setiap hari kami bertemu. Mungkin, dia akan menjadi teman akrabku beberapa tahun kedepan. Disisi lain, telingaku mulai tidak mengenali puji-pujian ini, ya mau tidak mau langkah beratku tadi menghantarkan ragaku...

A Place Called Home

Home to me,  is not just a place  that I have. Home is a place  that I can feel. A place that is safe, a place that is warm, a place where I have family, a place with laughs,  hugs and cries. A place to play games, a place where you can sit at a table and have a good meal with your family. Some people  don’t have a home. They miss out  on a lot of happiness. All people should have, a place to call home.